Kamis, 04 Desember 2008

Partai Golkar dan Suara Terbanyak

Partai Golkar telah menempuh kebijakan yang tepat dan populer dengan menggunakan sistem suara terbanyak dalam Pemilu Legislatif 2009. Sistem suara terbanyak, selain selaras dengan esensi demokrasi, juga fair, dan berkeadilan dalam konteks kompetisi politik. Keputusan dari partai pemenang Pemilu Legislatif 2004 untuk menggunakan sistem suara terbanyak, dengan sendirinya mengubah model usang penjaringan anggota legislatif yang telah lama dianut Partai Golkar, yakni dengan sistem nomor urut.

Dulu, dengan model nomor urut, calon anggota legislatif di “nomor topi” (nomor urut kecil) tidak perlu bekerja keras. Apabila raihan suara partai di suatu daerah pemilihan tinggi, maka sudah pasti caleg nomor topi pasti jadi wakil rakyat. Sebaliknya, caleg yang memperoleh “nomor sepatu” (nomor urut besar), walaupun sudah bekerja keras, belum pasti menjadi wakil rakyat kendati ia mengumpulkan suara lebih banyak dari caleg nomor topi.

Ketua Umum Partai Golkar HM Jusuf Kalla memberikan ilustrasi yang menarik tentang penggunaan sistem suara terbanyak oleh partainya. “Dulu kalau nomor satu dan dua, itu hanya nyanyi-nyanyilah di situ. Ada penyanyi dangdut joget-joget bersama terus foto-foto. Sudah itu pulang karena sudah pasti akan terpilih. Kalau yang nomor sepatu hanya sebagai pelengkap CV (curriculum vitae) saja. Supaya ada riwayat hidup karena sudah yakin tidak akan terpilih. Jadi semua kader tidak berusaha, tidak bekerja”. (Sinar Harapan, 25 Agustus 2008)

Sistem suara terbanyak, cukup fair, untuk memacu kompetisi antar-caleg. Dengan menggunakan sistem ini, semua caleg harus berkeringat untuk mengumpulkan suara pemilih, yang sekaligus bisa meningkatkan citra partai. Sistem ini, cukup adil, untuk menghilangkan diskriminasi karena caleg bernomor topi tidak serta-merta merasa jadi raja atau ratu, sebaliknya caleg bernomor sepatu merasa seperti hamba sahaya dalam kompetisi politik. Sistem ini, cukup aspiratif, karena tidak menyia-nyiakan suara para pemilih yang telah memberikan mandat kepada caleg pilihannya.

Dari waktu ke waktu, Partai Golkar berikhtiar membuat terobosan politik. Pada Pemilu 2004, partai berlambang pohon beringin ini menggunakan mekanisme “konvensi” untuk menjaring calon presiden. Sistem konvensi itu terbukti berhasil mendongkrak citra Partai Golkar, sekaligus turut menyembuhkan luka-luka politik akibat kekalahan di Pemilu 1999. Dengan menggunakan mekanisme konvensi, Partai Golkar akhirnya keluar sebagai pemenang Pemilu Legislatif 2004. Kali ini, pada Pemilu 2009, Partai Golkar kembali membuat terobosan dengan menggunakan sistem suara terbanyak. Memang, sistem ini bukan hal baru dalam ranah politik. Tetapi, sistem ini pasti menimbulkan “resonansi politik tersendiri” saat digunakan partai besar dan berpengalaman panjang seperti Partai Golkar. Teruslah berkarya bagi Bangsa dan Negara! ***

Sabtu, 18 Oktober 2008

Kekuatan Parpol pada Pemilu 2009

Herbert Feith bisa disebut sebagai ”Bapak Studi Politik Indonesia Modern”.

Buku klasiknya, The Decline of Constitutional Democracy in Indonesia, menelurkan banyak konsep, dari tipe kepemimpinan administrator dan solidarity maker, ”politik aliran,” pembagian ideologi parpol pada 1950-an, sampai ”demokrasi konstitusional” (berbasis konstitusi dan konstitusionalisme). Feith juga mewariskan model kajian pemilu, Pemilihan Umum 1955 di Indonesia.

Memperingati 10 tahun reformasi, Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), The Habibie Center, dan The Herb Feith Foundation mengadakan seminar, 21-22 Mei 2008, bertema ”The Rise of Constitutional Democracy in Indonesia,” kebalikan judul buku almarhum. Ini pertanda, roh demokrasi konstitusional yang terkubur sejak tahun 1959 bangkit kembali sejak 1998.

Tipologi parpol

Feith membagi tipologi parpol di Indonesia atas dasar ideologi politik. Paling kiri dianut Partai Komunis Indonesia), agak ke tengah (komunis nasionalis) Partai Murba, ke kanan (sosial demokrat) Partai Sosialis Indonesia (PSI), di tengah ada nasionalisme kerakyatan Partai Nasional Indonesia (PNI), agak ke kanan ada partai-partai Islam modern (Masyumi dan Persis), tradisional (NU), dan yang bertipe solidarity maker bercampur traders (PSII).

Ada juga partai-partai nasionalis kecil, seperti PIR (Partai Persatuan Indonesia Raya), Parindra (Partai Indonesia Raya), PNI-Merdeka, SKI (Sarekat Kerakyatan Indonesia), Partai Buruh dan lainnya. Dua partai beraliran Kristen, Parkindo dan Partai Katholik, tidak dikategorikan partai agama, karena Kristianitas dan nasionalisme berbaur hanya untuk menunjukkan eksistensi kaum minoritas.

Dari peta dukungan politik, juga tampil gambaran yang jelas. PNI didukung priayi Jawa dan Bali. Masyumi didukung individu dan organisasi Islam (Muhammadiyah, NU, Persis), entrepreneurs, politisi berpendidikan tradisional Islam dan Barat, berbasis di pedesaan dan perkotaan Jawa, Sumbar, sebagian Kalimantan.

Basis NU setelah keluar dari Masyumi adalah Islam tradisional sinkretis, khususnya di Jawa, Kalimantan, Sulsel. Partai Murba didukung para mantan gerilya, buruh kerah putih tingkat rendah yang tidak terakomodasi politik mereka di PNI, PKI, atau PSI. PKI basisnya petani dan buruh di Sumatera dan Jawa. PSI adalah kumpulan sosial demokrat berpendidikan Barat karena itu faham sosialisme bercampur liberalisme dan kapitalisme Barat. PSII berbasis pedagang di Jawa dan Sumatera yang ingin eksis menandingi pedagang China.

Peta kekuatan politik 2009

Meski zaman telah berganti, dengan modifikasi dan minus komunisme, tipologi parpol Herb Feith tampaknya masih sahih. Indonesia belum beranjak dari sistem multipartai yang mencontoh Belanda atau Eropa Kontinental 1940-an. Rencana sistem partai tunggal era Soekarno, atau tiga partai di era Soeharto—PDI-Golkar-PPP—semua gagal.

Menjelang Pemilu 2009, tipologi partai mirip 1950-an. Misalnya, Sosialis kiri (Partai Buruh); sosial demokrat dianut Partai Persatuan Indonesia Baru (PPIB); nasionalis kerakyatan (PDI-P, PDP, PNI Massa Marhaen, PNBKI); nasionalis borjuis (Golkar, Hanura, Gerindra, Partai Demokrat, Partai Barnas); Islam modernis (PAN, PMB, PKS, PBB dan separuh PPP); Islam dan Sosialis (PBR); Islam tradisionalis (PKB, PNU; separuh PPP plus partai beraliran NU); partai-partai kecil beraliran campuran, sosialisme dan nasionalisme.

Dari sisi kepemimpinan, ada yang menerapkan gaya demokratik egalitarian, aristokrasi Jawa (ada Dewan Pembina); saudagar besar atau eceran (partai ibarat perusahaan); fasis militeristik (gaya komando); tradisional/modern agamis, atau asas kekeluargaan. Namun, hampir semua tokoh parpol bertipe kepemimpinan solidarity maker, ketimbang administrator.

Dari sisi platform ekonomi, ada yang berbasis ekonomi pasar, ekonomi kerakyatan, atau ekonomi syariah. Hampir semua partai nasionalis—PDI-P, Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Gerinda, Partai Hanura, Partai Barnas—mengampanyekan ekonomi kerakyatan. Namun, partai mana yang menerapkan ekonomi kerakyatan dan kapitalistik, neoliberal dan tunduk pada ekonomi pasar, rakyatlah yang menilai. Tak ada satu partai Islam berani mengembangkan ekonomi syariah. Keuangan dan perbankan syariah yang kini berkembang tak beda jauh dengan perbankan umum. Anehnya, justru lembaga keuangan umum (asing dan nasional) lebih sukses menerapkan ekonomi syariah.

Dari platform bangunan masyarakat sipil Indonesia, semua parpol mendukung pluralisme dan multikulturalisme. Jika pun ada yang coba menerapkan homogenisme atau eksklusivisme agama, tidak akan laku pada tataran elite atau massa. Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama mendukung negara kebangsaan dan multikulturalisme.

Pengelolaan partai

Dari peta basis massa, partai berbasis nasionalis kerakyatan dan borjuis akan bertarung di antara sesamanya, juga yang berbasis Islam tradisionalis/modern. Untuk merambah massa berideologi berbeda, beberapa partai Islam dan nasionalis mencoba mengubah citra diri. PDI-P membentuk Baitul Muslimin untuk merebut simpati generasi muda Islam. PAN kian bergeser ke arah nasionalis. PBR mengawinkan Islam dan sosialisme. Hanya PBB yang secara ”jantan” mengampanyekan Syariat Islam. Semua pergeseran itu akan membawa konsekuensi politik para pendukung tradisionalnya.

Pemilu legislatif pada 9 April 2009 menjadi medan pertarungan demokratik yang menentukan, partai mana akan secara permanen terhapus dari peta politik Indonesia dan mana yang berjaya. Hanya partai-partai yang dikelola secara serius akan kian berjaya pada Pemilu 2009

Ikrar Nusa Bhakti Profesor Riset Bidang Intermestic Affairs LIPI

Jumat, 17 Oktober 2008

Visi & Misi Partai Golkar PK Anyar

Visi

Menjadi mata untuk melihat masyarakat. Menjadi telinga untuk mendengarkan masyarakat. Menjadi bibir untuk berbicara kepada masyarakat.

Misi

Selasa, 07 Oktober 2008

Fundamental Partai Golkar

Visi

SEJALAN dengan cita-cita Para Bapak Pendiri Negara (the founding fathers) kita bahwa tujuan kita bernegara adalah melindungi segenap tumpah darah Indonesia, mencerdaskan kehidupan bangsa, mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan ikut menciptakan perdamaian dunia, maka Partai GOLKAR sebagai pengemban cita-cita proklamasi menegaskan visi perjuangannya untuk menyertai perjalanan bangsa mencapai cita-citanya.

Partai GOLKAR berjuang demi terwujudnya Indonesia baru yang maju, modern, bersatu, damai, adil dan makmur dengan masyarakat yang beriman dan bertaqwa, berakhlak baik, menjunjung tinggi hak asasi manusia, cinta tanah air, demokratis, dan adil dalam tatanan masyarakat madani yang mandiri, terbuka, egaliter, berkesadaran hukum dan lingkungan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki etos kerja dan semangat kekaryaan, serta disiplin yang tinggi.

Dengan visi ini maka Partai GOLKAR hendak mewujudkan kehidupan politik nasional yang demokratis melalui pelaksanaan agenda-agenda reformasi politik yang diarahkan untuk melakukan serangkaian koreksi terencana, melembaga dan berkesinambungan terhadap seluruh bidang kehidupan. Reformasi pada sejatinya adalah upaya untuk menata kembali sistem kenegaraan kita disemua bidang agar kita dapat bangkit kembali dalam suasana yang lebih terbuka dan demokratis. Bagi Partai GOLKAR upaya mewujudkan kehidupan politik yang demokratis yang bertumpu pada kedaulatan rakyat adalah cita-cita sejak kelahirannya.

Keterbukaan adalah nilai kemanusiaan hakiki yang merupakan nafas dari gerakan reformasi. Atas dasar pandangan keterbukaan tersebut, kita harus menciptakan sistem sosial politik yang terbuka atau transparan dengan struktur dan proses politik yang dapat secara efektif benar-benar mencerminkan kedaulatan rakyat. Untuk itu maka peluang bagi rakyat untuk ikut berpartisipasi aktif dalam proses-proses politik mutlak dibuka seluas-luasnya. Kebebasan untuk berserikat, berkumpul dan menyampaikan pendapat semakin terjamin dan dilindungi oleh Undang-Undang.

Sendi utama masyarakat madani adalah supremasi hukum. Oleh karena negara kita adalah negara hukum maka supremasi hukum harus ditempatkan sebagai pilar utama dalam rangka mewujudkan sistem politik yang demokratis dan berdasarkan hukum. Partai GOLKAR memandang bahwa reformasi hukum tidak terbatas hanya pada penyempurnaan sarana dan prasarana, materi dan aparatur hukum, tetapi juga budaya hukum.

Di bidang ekonomilah visi Partai GOLKAR adalah ekonomi rakyat atau kerakyatan atas dasar keyakinan bahwa hanya sistem perekonomian inilah yang menjamin rakyat makin sejahtera. Pembangunan ekonomi dalam paradigma lama yang terlampau menekankan pertumbuhan dengan tulang punggung konglomerasi ternyata justru membawa negara dan bangsa Indonesia terjerembab ke dalam krisis ekonomi yang sangat parah. Konglomerasi semu dan sangat rapuh terhadap goncangan ekonomi global. Dalam konteks ini, maka paradigma ekonomi kerakyatan justru memiliki potensi yang sangat kuat bagi penguatan fundamental ekonomi kita.

Dengan visi ekonomi kerakyatan ini, maka usaha kecil, menengah, dan koperasi akan dikembangkan dan diperkuat sebagai pilar utama perekonomian nasional. Partai GOLKAR menginginkan di masa depan usaha menengah, kecil dan koperasi menjadi ujung tombak pemberdayaan masyarakat dalam pengertian yang sebenarnya. Tanpa upaya-upaya pemberdayaan rakyat, maka tujuan menciptakan masyarakat madani akan semakin jauh dari gapaian kita. Untuk itu sejalan dan searah dengan visi menciptakan kesejahteraan rakyat, perhatian terhadap upaya penguatan usaha menengah, kecil, dan koperasi menjadi prioritas yang paling diutamakan.

Dibidang sosial budaya, Partai GOLKAR mencita-citakan penguatan budaya bangsa yang mampu melahirkan bangsa yang kuat, yakni bangsa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi atau keterampilan, memiliki etos kerja yang tinggi, memiliki disiplin sosial yang tangguh dan memiliki etika yang kuat. Untuk menuju terciptanya bangsa yang kuat semacam itu, maka perlu dikembangkan suasana dan iklim yang mendukung bagi berkembangnya budaya ilmu (etos intelektualisme), budaya kerja (etos kerja), budaya disiplin, dan budaya hidup etis dan religius di kalangan masyarakat.

Partai GOLKAR memandang kerukunan sebagai basis bagi integrasi bangsa. Untuk itu, maka kehidupan sosial budaya yang berkeadilan dan terjembataninya kesenjangan sosial ekonomi antar individu, antar kelompok, antara kota-desa, antara Jawa-luar Jawa, dan antara pusat-daerah, menjadi agenda penting yang harus dipentingkan. Demikian juga halnya pengembangan kehidupan beragama dan kerukunan antarumat beragama menjadi kepedulian Partai GOLKAR.

Dengan visi ini pula Partai GOLKAR hendak mengembangkan pola hubungan sosial yang lebih harmonis dan dilandasi oleh semangat persamaan manusia. Pandangan yang diskriminatif dan tidak adil terhadap suatu kelompok tertentu harus dihapuskan dari segenap masyarakat kita, dan diganti dengan pandangan yang diliputi oleh semangat kekeluargaan, kebersamaan dan persaudaraan sejati antar warga negara.

Misi

Dalam rangka mengaktualisasikan doktrin dan mewujudkan visi tersebut Partai GOLKAR dengan ini menegaskan misi perjuangannya, yakni: menegakkan, mengamalkan, dan mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa demi untuk memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia; dan mewujudkan cita-cita Proklamasi melalui pelaksanaan pembangunan nasional di segala bidang untuk mewujudkan masyarakat yang demokratis, menegakkan supremasi hukum, mewujudkan kesejahteraan rakyat, dan hak-hak asasi manusia.

Dalam rangka membawa misi mulia tersebut Partai GOLKAR melaksanakan fungsi-fungsi sebagai sebuah partai politik moderen, yaitu:

Pertama: mempertegas komitmen untuk menyerap, memadukan, mengartikulasikan, dan memperjuangkan aspirasi serta kepentingan rakyat sehingga menjadi kebijakan politik yang bersifat publik.

Kedua, melakukan rekruitmen kader-kader yang berkualitas melalui sistem prestasi (merit system) untuk dapat dipilih oleh rakyat menduduki posisi-posisi politik atau jabatan-jabatan publik. Dengan posisi atau jabatan politik ini maka para kader dapat mengontrol atau mempengaruhi jalannya pemerintahan untuk diabdikan sepenuhnya bagi kepentingan dan kesejahteraan rakyat.

Ketiga, meningkatkan proses pendidikan dan komunikasi politik yang dialogis dan partisipatif, yaitu membuka diri terhadap berbagai pikiran, aspirasi dan kritik dari masyarakat.

Selasa, 30 September 2008

Jalan Menuju Anyer Rusak Parah


Jalan menuju kawasan wisata Anyer, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, kondisinya rusak parah dan sepanjang jalan terdapat lubang yang cukup dalam. Jalan yang menghubungkan Cilegon-Anyer ini merupakan jalur utama menuju kawasan wisata Anyer dan Carita, Kecamatan Labuan, Pandeglang, selain melalui jalur alternatif lewat Cinangka, Serang, dan Pandeglang.

Jalan nasional ini sering rusak. Terkadang diperbaiki, tetapi daya tahan jalan tidak berlangsung lama karena pengerjaannya tidak berkualitas. Padahal, selain jalur wisata, jalan Cilegon-Anyer itu sering dilalui kendaraan berat berupa truk karena di sekitar kawasan Cigading, Kecamatan Ciwandan, Cilegon terdapat sejumlah pabrik besar. Kondisi jalan di wilayah Ciwandan, Cilegon ini sangat jelek dan rentan terjadi kecelakaan. Sebab, kondisi jalan berlubang dan kedalamannya mencapai 30 sentimeter.

Lebih parahnya lagi, sejumlah lampu Penerangan Jalan Umum di kawasan itu tidak berfungsi. Pada musim hujan, kondisi jalur wisata itu sangat becek, karena air tergenang di lubang-lubang yang terdapat di badan jalan. Sementara kalau musim kemarau tiba, jalan itu penuh debu sehingga sangat mengganggu pengguna kendaraan. Keseriusan pemerintah untuk memperbaiki infrakstuktur jalan sangat lemah. Padahal, berkembang tidaknya kawasan wisata di Anyer, bergantung dari akses jalan yang memadai.

Wisata Pantai Banten


Pantai menjadi pilihan banyak kalangan sebagai tempat berlibur. Karena itu, tidak salah jika pantai menjadi salah satu objek wisata andalan Banten, propinsi yang memiliki pantai-pantai yang indah. Pantai Anyer, Pantai Carita, dan Pantai Tanjung Lesung menjanjikan pengalaman liburan yang berkesan.


Pantai Anyer, memiliki daya tarik menara mercusuar yang dibangun tahun 1885. Menara ini terletak di tepi jalan raya yang menghubungkan Pantai Anyer dengan Pantai Carita. Karena daya tariknya, sepanjang pantai di sekitar menara sering digunakan untuk perlombaan memancing setiap tahunnya.

Pantai Anyer dilengkapi fasilitas rekreasi dan akomodasi yang cukup lengkap. Mulai dari resort wisata Mambruk, Hotel Sol Elite Marbella dan Krakatau Country Club. Fasilitas yang disediakan antara lain sarana olahraga, restoran, pemandian air laut yang bersih, motor boat dan peralatan selam dengan pelayanan ekslusif.

Tidak hanya itu, di sini banyak terdapat rumah makan dan warung-warung sederhana yang terletak di sepanjang pantai. Selain menyediakan makanan, warung ini menyediakan berbagai macam souvenir.

Lain halnya dengan Pantai Carita yang memiliki panorama alam nan indah, dengan kontur landai dan ombak kecil. Sepanjang pantai kerap kali menjadi tempat berbagai atraksi wisata, contohnya adalah Festival Krakatau. Panorama dan pemandangan alam yang indah juga dapat ditemui di Pantai Tanjung Lesung. Dengan pasir putih, kondisi air tenang dan jernih, serta gugusan karang yang unik.

Pantai ini terletak di sebelah barat Pandeglang. Bagian utara merupakan daerah perbukitan yang tidak begitu curam. Di bagian ini terdapat bagian laut yang menjorok ke pantai dan membentuk lagoon. Yaitu bagian air laut yang berbentuk seperti danau dengan luas 12 hektar dan kedalaman mencapai lima meter dengan kondisi air yang tenang.

Dengan suasana dan kondisi tersebut, kawasan wisata andalan Kabupaten Pandeglang ini cocok untuk kegiatan olahraga air. Seperti snorkling, diving dan jetski.

Penyimpangan Rehibilitasi SD-SMP di Serang


Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) No 25/LHP/XVIII. JKT-XVIII. JKT.6/02/ 2008 menyatakan, telah terjadi penyimpangan pendistribusian bantuan rehabilitasi Ruang Kelas (RK) dan bantuan pembangunan RK untuk Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Serang Tahun Anggaran 2006-2007.

Menurut BPK, penyimpangan itu berupa adanya 28 SMP Negeri dan Swasta yang menerima kedua jenis bantuan tersebut. Sehingga tujuan bantuan rehabilitas dan pembangunan RK menjadi tidak merata dan tidak tepat sasaran. Tahun 2006, Kabupaten Serang mendapatkan bantuan pembangunan 146 ruang kelas dari APBN dengan nilai Rp. 9,1 miliar. Pembangunan RK didistribusikan pada 54 SMP Negeri dan Swasta. Sedangkan untuk bantuan Rehabilitasi RK, Kabupaten Serang mendapatkan bantuan sebesar Rp135 juta bagi 9 SMP Negeri.


Tahun 2007, Serang mendapatkan bantuan pembangunan RK sebesar Rp7,6 miliar untuk 54 SMP Negeri dan Swasta. Sedangkan bantuan rehabilitasi RK, Serang mendapatkan bantuan sebesar Rp1,2 miliar untuk 13 SMP Negeri dan Swasta. Total penerima bantuan pembangunan RK tahun 2006-2007 adalah 108 SMP Negeri dan Swasta, sedangkan total penerima bantuan rehabilitasi RK tahun 2006-2007 adalah 22 SMP Negeri dan Swasta. Sayangnya, ada 28 SMP Negeri dan Swasta menerima kedua jenis bantuan tersebut.

Selain penerimaan kedua jenis bantuan itu, BPK juga menyebutkan adanya ketidaksesuaian nama SMP Negeri dan Swasta yang tercantum dalam pengajuan dan penetapan pembangunan atau rehabilitasi RK. Keterlambatan kegiatan rehabilitas RK dan pembangunan RK.

Yahya Sholeh, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Serang mengatakan, dalam kegiatan pembangunan dan rehabilitasi RK, tidak ada double anggaran. Karena 28 SMP Negeri dan Swasta itu menerima 2 jenis anggaran untuk 2 jenis kegiatan. Sedangkan yang disebut dengan double anggaran adalah menerima 2 anggaran untuk 1 jenis kegiatan. Yahya yakin, temuan BPK itu bukan penyimpangan dan pihaknya dapat mempertanggungjawab kan penggunaan bantuan rehabilitasi dan pembangunan RK.

Penyerahan Aset Kota Serang

Sadeli, Ketua KNPI Kota Serang, menegaskan, penyerahan aset harus dilakukan karena saat ini Kota Serang membutuhkan. “Kota Serang jangan jadi daerah yang ngontrak di wilayahnya sendiri,” terangnya, Senin, 23 Juni 2008.

Sadeli mengatakan, semua pihak harus mengesampingkan ego daerah. “Ego teritorial harus dihilangkan. Penyerahan aset harus didasarkan kepentingan masyarakat. Saat ini Kota Serang didesak kebutuhan infrastruktur,” tegasnya.

Dikatakan, penyerahan aset harus dilakukan dengan dialog antara kabupaten induk dan Kota Serang. Menurutnya, eksekutif dan legislatif di kedua lembaga pemerintahan tersebut harus duduk bersama untuk proses penyerahan aset. “Dialog ini harus dikedepankan. Dalam UU 32/2007 tentang Pembentukan Kota Serang juga disebutkan bahwa untuk penyerahan aset harus diawali dengan tim inventarisasi dari Kabupaten dan Kota Serang,” ungkapnya.

Hasanuddin, anggota Komisi III DPRD Kota Serang juga sepakat agar bisa segera dilakukan aset dari kabupaten induk ke Kota Serang, terutama untuk aset yang menyangkut pelayanan umum. “Seyogyanya aset itu bisa diserahkan karena saat ini banyak kantor pemerintahan di Kota Serang yang tidak memadai untuk pelayanan umum,” ungkapnya.

Komisi III rencananya akan menggelar rapat internal untuk membahas masalah ini. Politikus Partai Sarikat Indonesia (PSI) ini menyebutkan, setelah rapat internal, Komisi III akan duduk bersama Komisi C DPRD Kabupaten Serang untuk menindaklanjuti.

Muqaddimah

Assalamu;alaikum wr. wb,

Segala puja dan puji syukur kita panjatkan kehadirat illahi robbi atas segala rahmat yang diberikan. Teriring shalawat dan salam atas junjungan Rasul kita Muhammad SAW yang telah memberikan pedoman hidup agar kita senantiasa mendapatkan berkahNya.

Sebagai ucap syukur dan manifesto dari rentetan perjuangan akhirnya kita dapat membuat sebuah media yang mudah-mudahan dapat bermanfaat untuk kemaslahatan ummat. Blog ini tercipta dan terlahir dari rasa kehausan akan perubahan dan kesejahteraan masyarakat khususnya warga Anyar. Sebagai landasan perjuangan, blog ini diperuntukkan bagi ummat dan oleh ummat, karenanya secara eksplisit terwadahi dalam satu organisasi yaitu Partai Golkar PK Anyar.
Sejenak kita mengajak Anda para visitor untuk melihat

Salam Sejahtera,


Yayan Sofyan, ST

Ketua PK Anyar